Sabtu, 30 Juli 2011

{YUNJAE FICTION} » FF | YUNJAE | PG-17 | Yaoi | -¤ THE VAMPIR AND ME ¤- | Chapter 10


Title : The Vampir and Me

Author : Yanti a.k.a Minhyan Jeong

Pairing : Yunjae

Legh : 10 of ?

Ratting : PG-17

Genre : Angust,Yaoi,NC,romance,fantasy,Mpreg
*sementara*

Cast :
-all DBSK
-Siwon
-Heechul
-Tiffani
-Jessica
-GD
-TOP
-etc


Mianhae sebelumnya kalau nanti alurnya bener2 ancur,aku lagi kehilangan ide. .
-_-

Update lagi hari minggu

I hope my friends can enjoy in here. .

And

Happy reading. . .

>>>

P.O.V Author

"Kim Jaejoong,aku lihat wajahmu hari sangat pucat.Kau sakit?" GD mengambil dua kantong plastik berisi beberapa botol air mineral dan jus,sementara Jaejoong yang memberikan uangnya pada kasir.

"Aniyo,aku baik-baik saja" Jaejoong mengambil satu kantong plastik dari tangan GD,membantu namja itu membawa minuman yang beberapa orang kantor pesan.GD dan Jaejoong keluar dari supermaket,dan cepat kembali ke kantor.

Jaejoong merasakan perutnya bergejolak lagi setelah beberapa meter berjalan,sesuatu mendesak keluar.Ia menutup mulutnya,beruntung di dekat ia berdiri sekarang ada toilet.Jaejoong berlari ke toilet tanpa berpikir panjang,membuat GD kaget dan cepat mengekor di belakang Jaejoong.

"Huwekss. . ."

"Jae..gwechanna?" tanya GD dengan nada khawatir,ia juga membantu Jaejoong memuntahkan isi perutnya dengan memijit tengkuk namja cantik itu.

"Gwechanna..ini biasa.Ahir-ahir ini memang sering begini" ujar Jaejoong sambil mengelap bibirnya dengan tissu.Ia tak mau membuat GD khawatir lagi padanya,kejadian ini memang tak terlalu dipusingkannya.Sebetulnya Jaejoong sudah tahu kenapa ia seperti ini,hanya kurang yakin saja karena belum sempat ia memeriksakannya ke dokter atau mengetesnya secara langsung.Ia juga tak memberitahu Yunho dulu soal ini,sebelum semuanya pasti.

"Kau sakit Jaejoong~ah" GD ternyata masih terlihat khawatir

"Aku sehat,jangan khawatir" Jaejoong menepuk-nepuk pundak GD,berharap kali ini bisa menenangkan GD.

"Baik bagaimana? Wajahmu saja pucat dan kau,muntah-muntah terus beberapa hari.Kau sakit.Dan sebaiknya kau ke dokter sekarang"

"Tidak perlu GD~ah.Rumah Sakit sangat jauh dari sini,kita kembali saja ke kantor"

"Aku punya kenalan dokter di dekat sini.Kita bisa memeriksakannya kesana.Aku akan mengantarmu"

"An--"

"Ssst...Tidak boleh menolak.Beberapa kali kau sudah membatalkan ajakanku dan kali ini kau tak boleh menolaknya lagi.Lagipula ini untuk kebaikanmu juga" Kali ini Jaejoong seperti terpojok.Terkesan jahat sekali kalau sampai ia mengelak untuk kesekian kali,padahal GD terlihat tulus dan berharap setiap kali mengajaknya.Tapi kalau menerima,ia masih memikirkan tentang kantor.Teman-temannya pasti bingung karena ia dan GD tak kunjung kembali,padahal ia dan GD membawa pesanan mereka.Jadi serba salah.

"Ayo...jangan kebanyakan mikir lagi" tanpa permisi GD menarik saja tangan Jaejoong keluar. Walaupun tak yakin dan diselimuti perasaan tidak enak Jaejoong menuruti GD kali ini.Ia tak mau membuat kecewa GD terus-terusan.

-----

"GD~ah..kenapa kita kesini? Apa rumah temanmu itu dekat dengan kota tua?" tanya Jaejoong.Ia jadi merasa aneh saat daerah yang ia dan GD lewati menuju ke arah kota tua,tempat para vampir tinggal.Setahunya tidak ada rumah sakit atau tempat praktek dokter disekitar kawasan kota tua ini.Bahkan kebanyakan orang merasa takut dengan kawasan ini,untuk sekedar lewat saja mereka akan berfikir ulang berjuta-juta kali apalagi kalau menetap,rasanya sulit dipercaya.Perasaan tidak enak tadi semakin menyeruak saja.

"GD~ah.." sejujurnya,Jaejoong semakin takut sekarang.

"Jangan khawatirkan apapun.Rileks saja" GD melihat pada Jaejoong yang berjalan di sampingnya,dan tersenyum.Sedikit bisa meyakinkan Jaejoong,kalau tidak ada bahaya apapun.Yang sebenarnya tidak demikian.

------

Saat ini kekhawatiran Jaejoong benar terjadi.GD dan ia perlahan memasuki gerbang kota tua.Tapi seolah ada yang mengendalikan,Jaejoong tak bisa menghentikan langkahnya.Kakinya terusaja melangkah mengiku kemaja GD berjalan.

"Siapa kau sebenarnya!" teriak Jaejoong.Ntah kenapa tiba-tiba langkahnya terhenti bersamaan dengan berhentinya langkah GD.GD memutar badan kearah Jaejoong.

Tubuh Jaejoong agak bergetar.Senyuman GD kali ini terlihat mengerikan,dipenuhi aura kelicikan.Tentang keyakinan Yunho terhadap GD (yang membuatnya dan Yunho sempat bertengkar) kembali terlintas di ingatan Jaejoong.Ia mungkin sekarang membenarkan hal itu sekaligus merasa menyesal.Seandainya ia tak melanggar prinsipnya yang lebih mempercayai hati dari pada mata,mungkin saat ini ia tak berada dalam situasi begini.Seharusnya ia mendengarkan Yunho sejak awal.

"Yun..Yunho..."

Nama Yunho seolah memberi dorongan keberanian,Jaejoong jadi tak ragu berlari kearah gerbang kota. Ia ingin secepatnya keluar dari situasi mengerikan ini.

"Mau kemana Kim Jaejoong" sekelom vampir tiba-tiba saja muncul menghadang langkah Jaejoong. "Kalian,tangkap namja ini"

" Baik Ratu" lalu dua pengawal menangkap Jaejoong dengan sigap.Jaejoong meronta tentu saja,namun rasanya percuma.Ia bukan vampir yang memiliki kekuatan lebih.

"Lepaskan aku! Lepaskan! Yunho. .YUNHO. ."

"Diam kau!"

Wush~
Jessica mengarahkan tongkatnya pada Jaejoong.Ada sekelebat cahaya kecil yang ahirnya membuat Jaejoong tertidur. Jessica tahu akan jadi berbahaya kalau Jaejoong terus meneriakkan nama Yunho.

"Bawa dia istana,cepat!"perintah Ratu Jessica ahirnya.Beberapa pengawal membawa Jaejoong ke tempat komunitas vampir golongan Jessica.

GD tersenyum pada Ratu Jessica yang berjalan mendekatinya.

"Kau melaksanakan tugas dengan sangat baik Kwon Ji Young-ssi "

Wush~

"AAAGHH. . .! ap. .appa yang..akhh..Ratu lakukan..sakit..ahh..hentikan!" tubuh GD berguling diatas tanah sambil memegang lehernya yang tercekik oleh sihir Jessica.GD tak menyangka Ratunya akan melakukan ini padanya.Apa salahnya padahal barusan Jessica memuji hasil kerjanya,namun kenapa justru seperti hukuman yang ia dapat.

"Namaku GD..bukan Kwon Ji Yong" lanjut GD

"Hahaha..aku lupa kalau aku telah mencuci otakmu.Baiklah supaya kau tau siapa dirimu yang sebenarnya akan ku kembalikan ingatanmu sekaligus membuatmu mati perlahan.Hahahaha" Jessica menguatkan sihirnya lagi untuk mencekik GD,sebari membuat ingatan GD kembali.

"Kenapa Ratu melakukan ini.Apa salahku"

"Tidak ada,hanya saja aku tak membutuhkanmu lagi.Kwon Ji Young yang bodoh. . ."

"AAAKHH. . ."

-----

Yunho dan TOP berlari kilat sepanjang jalan.Mereka tak peduli orang lain akan terkejut karena kecepatan lari mereka yang bisa dibilang melebihi mobil-mobil yang berlalu-lalang dì jalan raya.Setelah mendengar jeritan Jaejoong tadi,Yunho yang kebetulan sedang menunggu khawatir pasangannya yang tak kunjung kembali.Yunho tahu mereka harus kemana.

Yunho dan TOP sangat terkejut setelah sampai di kota tua.Justru mendapati GD yang terkapar diatas tanah,sementara Jaejoong tidak ada.Yunho dan TOP segera menghampirinya.

"GD~ah" TOP memangku kepala GD yang mengerang kesakitan sambil sedikit memeluknya.

"Jae..Jaejoong..dibawa Ratu Jessica..inihh..semua salahku..salahku..aku bodoh..Seung Hyun..aku bodoh" GD jadi menangis.TOP agak terkejut,bukan karena GD menangis tapi karena memanggilnya 'Seung Hyun'.Apa mungkin GD sudah memingat semuanya?.

Yunho mengepalkan tangannya geram.Ia bersumpah akan merebut Jaejoong dan membunuh Jessica beserta sekutunya.

~TBC~

Yg bc RCL jangan lupa. .
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar