Sabtu, 30 Juli 2011

{YUNJAE FICTION} > FF| Yunjae | NC-17 | Yaoi | ¤- THE VAMPIR AND ME-¤ | Chapter 8

Title : The Vampir and Me

Author : Yanti a.k.a Minhyan Jeong

Pairing : Yunjae

Legh : 8

Ratting : PG-17

Genre : Angust,Yaoi,NC,romance,fantasy*sementara*

Cast :
-all DBSK
-Siwon
-Heechul
-Tiffani
-Jessica
-GD
-TOP
-etc


I hope my friends can enjoy in here. .

And

Happy reading. . .

>>>

P.O.V Author

"Yun..cukup ahh..." Jaejoong mendesah sambil menjauhkan kepala Yunho dari lehernya.Ia merasa sangat lelah setelah semalam Yunho menagih janjinya.Walaupun itu tak berjalan sampai ahir karena Jaejoong lebih dahulu menyerah sebelum pingsan.Walau belum merasa puas sebenarnya,tapi melihat Jaejoong yang pingsan setelah puluhan ronde keduanya lalui.Membuat Yunho jadi tak tega melanjutkan.Ia putuskan menyudahi saja.Tapi pagi sekali,Yunho memulai lagi.

Dan Jaejoong agak keberatan.Tubuhnya terasa remuk,apalagi di bawah sana,ia sampai tak tahu harus menjabarkan rasanya bagaimana.Sangat sakit tentunya.

"Sekali saja..." Yunho meyela kegiatannya memberi tanda cinta di tubuh Jaejoong.

"Sekali,tapi kau menahannya untuk tidak keluar.Tak ada bedanya satu ronde atau beronde2.Akan sama saja.Huh!" Jaejoong berkata dengan kesal.Yunho memang selalu begitu ketika Jaejoong hanya memberinya jatah satu ronde.Bisa berjam-jam ia menahan klimaks dan mengeluarkannya kalau sudah merasa puas.Jaejoong menolak itu tidak salah untuk kebaikan tubuhnya.

"Tapi masih tegang Boo...'dia' sangat ingin" Yunho melihat pada 'miliknya' (diikuti Jaejoong).Jaejoong dibuat tambah kesal,rupanya namjachingu-nya tak gentar merayunya.Oh, Shit.

"Sudahlah Yun,pulangkan aku.Aku harus kerja" Jaejoong berusaha bangun sambil berusaha menyingkirkan badan Yunho yang menindihnya.Tapi Yunho malah menariknya dan ia terbaring kembali.

"Yun. . .AAAKHHH. . . . ." tak sempat memprotes tindakan Yunho.Jaejoong dipaksa untuk berteriak,dan kaget.Bagaimana tidak,tidak mengingatkan dahulu tapi secara tiba-tiba Yunho memasukan miliknya.

"Aku tak bisa menahannya Boo"

Chup~
Sekilas Yunho mencium bibir chery Jaejoong sebelum memulai lagi hal yang utama.

"Yunhh..hahh..sekali saja ya...holehhku..perih sekalihh..hh..." Jaejoong mencengkram pundak Yunho untuk melampiaskan rasa perihnya menerima hantaman (?) Yunho dalam holenya yang tidak bisa dikatakan lembut itu.Dalam hal ini keegoisan memang jadi milik Yunho,bahkan vampir itu seolah tak mau tahu pasangannya tak 'mampu' lagi,ia hanya mementingkan kenikmatan yang diperoleh saja.. Yunho beruntung memiliki pasangan sesabar Jaejoong,kalau yang lain belum tentu mau bertahan kalau sifatnya seperti ini.Atas nama cinta,Jaejoong mampu mengalahkan ego yang seperti itu sehingga bisa melayani Yunho dengan tulus.

"Saranghae" ucap Yunho melumat bibir Jaejoong tanpa menghentikan pekerjaan di bawah.Jaejoong tak dapat membalas karena bibirnya terkunci oleh ciuman panas Yunho.

Lagi,Yunho mengulang lagi seperti yang diproteskan Jaejoong tadi.Hampir satu jam Yunho tak cepat mengeluarkannya.Jaejoong kesal sebenarnya.Namun,untuk memprotes terasa sangat sulit.Kalaupun hendak mengucap sebuah kata,Yunho mendahului dengan menyentuhnya lebih intim lagi.Alhasil,hampir tak ada kata lain yang menggema di kamar itu. 'Yunnie. . .'
'Boo. . . .'
'Akhh. . '
'Feels..goodhh..ahh...'
Dan desahan lain,hanya itu-itu saja.

" Jahh...ng...nganhh..digigithh..uhh.." larangnya saat nipple-nya di gigit Yunho dan juniornya teremas-remas (?).

"Kenapa tidak ada susunya ya Boo...kalau ada pasti lebih nikmat..hmm..." Yunho melanjutkan lagi menyusu di nipple Jaejoong secara bergantian,sesekali yang bebas ia permainkan dengan jarinya.

Jaejoong tersenyum kecut merasa kalau Yunho terlalu kekanakan barusan.Susu? Tentu saja,ia bukan seorang yeoja yang bisa memproduksi ASI,walaupun ia bisa hamil sebenarnya.Yunho persis seperti bayi yang menyusu pada ibunya.

"Aku namjahh..akhh..bukanhh..yeoja..." jelas Jaejoong membuat Yunho terkekeh pelan,dan melanjutkannya lagi.

---

"Keluarkanhh..akhh..cum-muhh.. (>_Jaejoong beranjak turun dari ranjang.Namun,baru beberapa langkah saja berjalan ia terjatuh,dan meringis kesatikan sambil memegang tubuh bawahnya.Oh, Jaejoong baru tersadar kalau hole-nya sangat perih dan panas seperti robek sekarang.

"Hahahaha"

"Jung Yunho! Ini semua gara-gara kamu" protes Jaejoong ahirnya.Jadi lebih lega daripada menahan emosi seperti tadi.

Yunho menghentikan tawanya.Ia pun beranjak juga dari ranjang untuk membantu Jaejoong yang cemberut kesal berdiri.

"Pejamkan matamu Boo" peritah Yunho menggenggam kedua tangan Jaejoong.

"Aku tak mau" Jaejoong yang terlanjur kesal dan geram,menolaknya dengan ketus.

" Kau ingin bekerja kan hari ini?" tanya Yunho.Dijawab Jaejoong dengan mengangguk.

"Kalau begitu pejamkan matamu" walaupun sejujurnya Jaejoong tak mengerti mau Yunho itu,ia menurut saja.Mungkin saja Yunho bisa membantunya kali ini.Jaejoong memejamkan matanya.Perlahan Jaejoong merasa tenaganya mulai kembali lagi.

"Buka matamu Baby"

Jaejoong membuka matanya.

"Ini bisa mengembalikan tenagamu,tapi tidak bisa menghilangkan rasa sakit di surgaku" Yunho menekan suaranya pada kata 'surgaku' membuat pipi Jaejoong merona karena malu digoda seperti ini.Jaejoong memeluk Yunho.

"Saranghae Yunnie bear"

"Nado BooJaejoong"


----

"Jaejoong Hyung!" panggil Changmin sambil berlari.Ia melihat Jaejoong akan masuk ke area kantor.Changmin berjalan lebih cepat agar masuk ke dalam area kantor tidak sendirian.

Jaejoong menghentikan langkah Yunho yang sudah masuh kedalam lebih dulu.

"Ada apa Boo?" Yunho mendekati Jaejoong dan melihat ke arah yang Jaejoong lihat.Ia jadi tahu,ternyata Jaejoong sedang menunggu Changmin.

"Minnie~ah..jangan lari-larì begitu" Jaejoong menasehati.Seharusnya Changmin tidak perlu berlari begitu,mirip anak kecil yang tidak mau ditinggal ibunya.Lagi pula ia juga bukan orang yang tega meninggalkan atau berpura-pura tidak mendengar ketika orang lain memanggilnya.Jaejoong akan menunggu dan bertanya 'ada apa?'

"Aku takut kau meninggalkanku masuk ke dalam duluan" jawab Changmin seadanya.

"itu tidak mungkin" kata Jaejoong membela diri.

"Eh..ada Yunho Hyung juga.Anyeong Hyung. . ." Changmin membungkukan badannya setelah melihat Yunho yang berdiri di samping Jaejoong.Awalnya ia tak melihatnya.

"Ne,Anyeong. ." balas Yunho tersenyum ramah. "Yunho Hyung.Bolehkan aku memanggilmu Hyung.Kau adalah kekasih Jaejoong yang seperti Hyung-ku sendiri.Berarti kau juga seperti Hyung-ku sama seperti Jaejoong Hyung" Changmin terlihat antusian menyampaian keingannya.Mungkin terlalu senang karena Hyung-nya akan bertambah satu lagi.

"Tentu" jawab Yunho,sangat datar.Jaejoong mencubit pinggang kekasihnya itu dan memberi tatapan membunuh.Untung Yunho dapat membaca fikiran Jaejoong,jadi ia cepat tanggap maksud tatapan Jaejoong.

"Arasso my baby" bisik Yunho

"Tentu,aku senang sekali kau memanggilku Hyung.Aku juga senang bisa bersahabat dengan sahabatnya Jaejoong" kali ini Yunho sangat ramah melanjutkan kata-katanya,sambil terus melirik Jaejoong penuh arti.Jaejoong agak malu.

"Gomawo Hyung"

"Ne"

"Oh,ya.Kau akan mengantar Jaejoong Hyung sampai pintu masuk kantor?" tanya Changmin melihat lengan YunJae saling menaut di pinggang lawannya.Tidak mungkin keduanya akan berpisah kalau seperti itu.

"Ne Changmin.Jooogie mungkin akan sedikit berjalan pincang hari ini" balas Yunho sambil terseyum licik yang berarti sesuatu.

Changmin cepat mengerti maksud Yunho.Ia bukan anak kecil yang tahu hal terpenting yang mutlak diketahui oleh orang dewasa.Karena mereka pasti bakal mengalami hal itu.

-----

Buk~

GD merasa menabrak seseorang ketika berbelok dari satu gang menuju jalan raya.

"Mi-mianhae" kata GD sambil membantu mengambil kertas2 berserakan milik yang ditabraknya.Tak sengaja ia membawa kertas itu.Ada kata 'Shinki Magazine' yang tertulis tebal dan besar.

"Kau mau melamar di Shinki Magazine?" tanya GD memberikan kertas2 itu lagi pada pemiliknya.

"Ne,kau tahu juga perusahaan majalah itu?" yang GD tabrak beranjak berdiri,diikuti GD.

"Tentu,aku bekerja disana" GD merasa tertarik untuk berkenalan dengannya.

"Jinja? Aku rasa aku bisa meminta bantuanmu nanti kalau ada kesulitan disana.Oh ya,TOP imnida" TOP membungkukan badan kemudian tersenyum.Senyum palsu,dalam hati ia menangis.Kekasihnya lupa padanya gara-gara Jessica mencuci otak Ji young dan mengganti namanya jadi GD.

"GD imnida. . ."

-----

YuJaeMin bertemu GTOP di depan pintu masuk.TOP memandang dalam artian sesuatu yang rahasia pada Yunho.Mereka saling tersenyum.


~TBC~
Ahirnya. .
Mian,seb. g qu niat buat NC,tapi kok rasanya bersalah bgt kalau tdk buat NC stlh kmaren bkin pnasaran.Jd qu buat NC-17 dan seadanya..
#plak

Silahkan LIKE+KOMEN+jangan SR

Gomawo. .

NB: JJ bisa hamil
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar