Senin, 21 Februari 2011

FF | YunJae | PG-15 to NC | Yaoi.Mpreg | 々MIANHAE々| Chap 12

P.O.V Jaejoong

"Umma. . . . . ." panggil seorang anak kecil berpakaian serba putih yg tengah berdiri sambil tersenyum padaku.
Aku membalas senyum itu sambil jongkok mensejajarkan diri dg tubuh mungilnya

"Umma..aku sayang umma.." anak itu memelukku lalu mencium kedua pipiku dg lembut

"Eoh.. umma?" tanyaku tak mengerti

"Umma mianhae..aku tak bisa bersama umma dan mejaga umma seperti umma menjagaku selama ini.
Aku harus pergi,tapi umma jangan khawatir aku bahagia ditempatku sekarang" ujar anak itu yg membuatku semakin bingung dengannya

"apa maksudmu jagi. . ."

". . . ." anak itu tak menjawab.

Dia hanya tersenyum lebar padaku sambil berjalan mundur lalu berhenti dibawah seberkas cahaya dari langit yg secara perhalan membawa ia keatas langit.
Ia terus tersenyum padaku sambil melambaikan tangannya.

"Hey tunggu. . ." aku bermaksud mengejar anak itu untuk minta penjelasan namun tertahan oleh seseorang yg memegang lenganku dari belakang.
Dan saat aku menoleh tiba2 cahaya yg sangat meyilaukan menerpa mataku.

-
Kubuka mataku perlahan dan kurasakan tubuhku dipeluk erat oleh seseorang.
Kutengokkan kepalaku kesamping.
Aku terkejut mendapati Yunho tengah tertidur pulas disampingku.
Wajahnya benar2 terlihat lucu dan damai.
Aku memiringkan tubuhku menghadapnya lalu ku telungkupkan tanganku dan membelai pelan pipinya,namun ini justru membuat Yunho terbangun dan langsung saja kutarik tanganku dari pipinya

"Mianhae Yun,aku tak bermaksud...CUP~~" Yunho memotong kata2ku dg mengecup bibirku
"Joongie. . ."

"Eoh..Yun kau-"

Ucapanku terpotong karena Yunho tiba2 menarik kepalaku kedadanya dan memelukku erat sekali.

"Joongie..mianhae..
selama ini aku sudah jahat padamu..aku telah membuatmu hancur luar dalam tapi
Kau justru menjadi penyambung nyawaku juga pemberi kekuatan saat aku kecelakaan dulu.
Aku memang tak tau--"

Ku hentikan kata2 Yunho dg menempelkan telunjuk dibibirnya

"Sst..aku sudah memaafkanmu.
Lagipula aku ikhlas dan senang melakukan semua itu untukmu"

Aku tersenyum seraya mengusap air mata Yunho yg mengalir dari matanya yg sedang menatapku dg lembut.

"Joongie..U r my angle..CUP~~ " Yunho mengecup bibirku.
Dari kecupan itu berubah menjadi lumatan dari lumatan menjadi hisapan2.
Yunho menciumku dg lembut dan penuh kasih sayang.
Ia menarik kepalaku untuk memperdalam ciuman kami.

"Engg.." erangku saat Yunho menggigit bibir bawahku dan lidahnya menerobos masuk kedalam mulutku dan mencari2 lidahku.
Lidah kami terus bergulat didalam sana.
Tak ada rasa jijik saat air liur kami bercampur dan menetes dari sudut bibir masing2.
Aku meremas rambut Yunho untuk menambah kenikmatan ciuaman kami.

Kami berciuman cukup lama.
Dan berhenti saat kami mulai sesak karena krisis oksigen diparu2.

Sesaat kemudian kami saling menatap dan menguraikan senyum satu sama lain.
Yunho mendekatkan padaku dan mengecup keningku dan menatapku lagi sambil menyentuhkan tangannya di pipiku.

"Joongie..Saranghae.."
Apa? Bernarkah pengakuan Yunho barusan?
Ya Tuhan,trimakasih engkau telah mengabulkan do'a ku selama ini,trimakasih engkau telah membuat Yunho berubah dan bisa mencintaiku.
Trima kasih Tuhan..terimakasih..

"Jae. . .kenapa kau diam? Apa kau tak mencintaiku?" tanya Yunho dg wajah melasnya membuatku terkekeh geli.
"Siapa bilang aku tak mencintaimu..nado saranghe..aku sangat mencintamu Yunnie~ah. . ."


P.O.V Author

Pengakuan Jaejoong benar2 membuat Yunho senang bukan main.
Bertubi2 ia daratkan bibirnya di wajah Jaejoong.
Jaejoong sendiri tak menolak itu,ia justru memberikan keleluasaan Yunho untuk menikmati tubuhnya.
Yunho sgt memanfaatkan ini dg baik.
Kini bibirnya beralih ke leher jenjang Jaejoong lalu menjilati seluruh permukaannya tanpa sisa lalu memberinya tanda merah keunguan disana yg mempunyai makna bahwa Kim Jaejoong hanyalah milik Jung Yunho seorang.

"Ahh..Yun.." desah Jaejoong saat tangan nakal Yunho mulai meremas tonjolan ditengah selangkangnya yg masih terbungkus piyama.

Desahan Jaejoong seolah menjadi sinyal bagi Yunho bahwa namja cantiknya sangat menikmati sentuhan yg ia berikan.

Dan mata Yunho semakin berbinar lagi kala remasan di junior Jaejoong semakin ia perkuat sehingga sang pemilik junior menggeliatkan tubuhnya tanpa arah sambil mendesah.

Saat Yunho tengah asyik mengerjai tubuh
Jaejoong tiba2 terdengar pintu kamar terbuka.
Yunjae langsung menghentikan aktivitas mereka dan buru2 merapikan pakaian masing2 yg berantakan akibat aktvitas tadi.

Sesaat kemudian masuklah Mr. dan Mrs. Jung.

"Ahjumma..ahjussi.." panggil Jaejoong

Pandangan Mr. dan Mrs. Jung langsung tertuju pada suara yg memanggil mereka.
Keduanya sangat terkejut saat melihat Jaejoong tersenyum pada mereka.
Untuk sesaat mereka hanya diam mematung.
Sibuk bertanya dalam hati masing2.
'Mimpi atau Nyata senyum Jaejoong itu?'
"Umma..appa..kenapa kalian bengong? apa kalian tak senang melihat Jaejoong sudah sadar?" tanya Yunho yg menyadari kedua orangtuanya melamun sedari tadi

"Ani..kami senang kok.." balas Mr.Jung kemudian menuntun Mrs.Jung mendekat pada Jaejoong.Dan air mata kebahagiaan Mrs. Jung sudah tak dapat lagi terbendung.
Ia menangis bahagia sambil memeluk tubuh Jaejoong yg masih terbaring lemah
di ranjang

"Yun..kau sudah panggil dokter utk memeriksa Jaejoong?" tanya Mr. Jung

"Belum appa.."

Pletak~~

"Auuw..umma, sakit tau.Kenapa kau menjitak kepalaku" protes Yunho sambil mengelus2 kepala yg dijitak ummanya.

"Dasar bodoh! Kenapa kau tak memanggil dokter?hah! dari tadi kau ngapain saja! Apa yg kau lakukan pada Jaejoongku hah!" Mrs. Jung memborbardir Yunho pertanyaan2 sambil memukul2kan tasnya pada tubuh Yunho.
Sontak saja ini membuat Mr.Jung dan Jaejoong tertawa,begitu lucu melihat seorang Jung Yunho yg selama ini selalu menampakkan wajah kejam dan penuh kebencian,
kini benar2 tunduk dan takut pada ummanya.

"aahh. . .cukup umma. . ampun. . .ok. .aku panggil dokter sekarang" kesal Yunho lalu turun ranjang dan pergi menemui dokter dg wajah kesalnya.
Dan Mrs. Jung menatapnya dg penuh kemenangan

Sementara Yunho pergi,Jaejoong mulai bertanya dg apa yg sebenarnya terjadi dan
Mrs. Jung pun menceritakan semuanya.
Dan air mata Jaejoong mulai tumpah
saat Mrs. Jung menceritakan bagaimana Yunho menjaga dirinya selama ia koma.


"Sayang..kenapa menangis?"

" Gwechanna ahjumma. . .hanya saja aku sangat senang Yunho begitu perhatian padaku"

"Lalu..bagaimana dg anakku? Dia selamatkan ahjumma?"

DEG~

Pertanyaan Jaejoong kali ini benar2 membuat Mr. dan Mrs. Jung tercengang.
Mereka bingung haruskah mereka menjawab dan memberitahukan bahwa dia keguguran?
Tapi jika itu dilakukan akan membuat senyum kebahagiaan yg sesaat lalu baru saja Jaejoong rasakan harus terenggut begitu saja.
Rasanya kejam jika mereka benar2 melakukannya.

"Ahjumma..ahjussi. .kenapa diam?" bingung Jaejoong yg melihat kedua ortu Yunho hanya mematung dg ekspresi datar tanpa seucap kata apapun.

"Em..seb--" ucap Mr. Jung yg terputus karena pintu kamar terbuka lalu munculah Yunho bersama dokter utk memeriksa Jaejoong.

"Dokternya sudah ku bawa umma. . ." ujar Yunho sambil berjalan menghampiri Jaejoong dan berdiri disisi ranjang Jaejoong.
Sementara dokter itu berdiri diseberang Yunho dan mulai memeriksa keadaan Jaejoong."Keadaan Jaejoong sudah membaik,ia hanya butuh istirahat selama beberapa waktu untuk memulihkan kondisinya seperti semula" Jelas Dokter

"Jinja dok. . .aku senang sekali mendengarnya.
Oya. . .dok,kandungan saya juga baik2 sajakan?" tanya Jaejoong

"Kandungan kamu. . ." Dokter nampak ragu2 untuk menjawab,
Ia takut jika memberitahukan hal itu skarang,bisa2 terjadi sesuatu yg tak baik pada diri Jaejoong.

"Biar saya saja yg memberitahukan semuanya dok " ujar Yunho yg memecah dilema sang dokter

"Yun. .kau tau aku hamil?" tanya Jaejoong yg mengalihkan perhatiannya pada Yunho

"Eum.." Yunho mengangguk

"Kau yakin?" tanya d0kter memastikan

"Saya yakin dok" mantap Yunho

"Baiklah kalau begitu.
Lakukan pelan2.."

"Baik dok,kalau begitu,bolehkah kami hanya berdua dikamar ini"

"Tentu.Mari Mr. dan Mrs. Jung kita keluar.
Biar mereka leluasa bicara"

"Tap..tapi dok. . ." Mrs. Jung masih tak yakin jika Yunho dpt melakukannya.
Namun Mr. Jung tetap menggiringnya keluar kamar bersama dokter.

Semua sudah keluar,kini hanya YunJae yg ada didalam.

Perlahan Yunho naik kekasur dan kembali berbaring disamping Jaejoong .
Lalu keduanya saling menatap.
Yunho mengecup kening Jaejoong dg lembut sebari melingkarnya satu tangannya dipinggang Jaejoong sementara tangan satunya mengelus2 puncak kepala Jaejoong.
Usai mengecup keningnya.
Yunho menempelkan keningnya dikening Jaejoong membuat wajah hanya berjarak beberapa centi.

"Yun. . ."

"Umm. . ."

"Ayo,Sekarang katakan padaku..gimana keadaan anak kita.." rajuk Jaejoong sambil me
narik kerah baju Yunho

"Baiklah,tapi kamu harus bisa menerima semuanya dg lapang ya.."

"Tentu. ." yakin Jaejoong.

Yunho mengecup bibir Jaejoong sekilas lalu memeluknya erat

"Anak kita tenang di alam sana Boo. . ." ujar Yunho sambil tetap memeluk Jaejoong.

"Alam sana?A-apa maksudmu Yun. .." Jaejoong mulai ketakutan

"Karena kecelakaan itu..kau..kau keguguran Boo.."

BLAM~~

Kata2 Yunho Bagai kilatan petir yg menghancurnya hati Jaejoong detik itu.
Tubuhnya pun mendadak membeku namun air matanya justru mengalir deras.
Ia terkejut Ia tak terima anak yg yg begitu ia harapankan kehadiranya justru pergi meninggalkannya.
Tentu saja Jaejoong bisa menerima ini begitu saja.

"Yun..kau bercanda kan..KATAKAN YUN! KAU HANYA BERCANDA! TAK MUNGKIN ANAK KITA MENINGGAL..Tak mungkin..hiks..TAK MUNGKIN. . ."


~TBC~
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar