Rabu, 21 Maret 2012

[FF - YunJae] Yaoi | PG-17 |々-TIME TO LOVE-々| Chapter 2D

YunJae berlari - melompat ke dalam gendongan appanya.

''YunJae-ah, apa kabarmu sayang?''

''Menyenangkan, Appa. Hari ini YunJae sangat... senang.''

CHU~~
Yunho merasakan semakin sesak. Ia juga ingin dipeluk seperti YunJae. Ia belum pernah sekalipun merasakan sebuah pelukan seseorang. Di rumah itu memang terlalu kejam untuk Yunho.


~END FLASHBACK~


''Ahjussi, ahjussi waeyo menangis?''

Tanpa disadari cairan bening di mata musang Yunho menyeruak dan mengalir turun. Saat Moon Bin menatapnya, lalu bermaksud menghapus air mata tersebut, Yunho langsung menepisnya kasar. Ia kemudian menurunkan Moon Bin dari gendongannya.

Yunho tidak ingin karena masa lalu bodoh itu, ia terlihat lemah di mata oranglain sekalipun itu anak kecil seperti Moon Bin.

''Kau tidak akan bertemu eomma-mu untuk beberapa hari kedepan, dia ada urusan,'' kata Yunho ahirnya, terpaksa berbohong. Ia merasa jengah sendiri mendengar tangisan dan rengekan anak kecil.

Moon Bin diam sambil mengerucutkan bibirnya lucu.

Damn. Kenapa ekspresi Moon Bin tersebut justru ingin membuat Yunho tertawa? Padahal, namja berwajah kecil ini nyaris tidak ingat bagaimana cara tersenyum itu.

''Ka-kau, anak kecil. Jangan memasangan wajah seperti itu di depanku,'' kata Yunho memperingatkan, tapi justru malah terdengar konyol.

''Kapan eomma-ku kembali, Ahjussi?''

''A-aku tidak tahu, dia hanya bilang menitipkanmu padaku. Aish, sudahlah, sebaiknya kita segera pergi ke apartemen yang sudah disiapkan si brengsenk itu. Kajja.''

Yunho menarik tangan Moon Bin, namun bocah kecil itu tetap di tempatnya.

''Mau ikut atau tetap disini sendirian dan mati kelaparan, huh?'' ancam Yunho.

Perlahan Moon Bin jadi melunak. Ia mengangguk lalu mengikuti langkah Yunho keluar dari rumah itu, dengan ekspresi yang semakin lucu dan lucu. Yunho yang sesekali melirik tak bisa berhenti mengumpat.

Damn. Damn. Damn.

*******

''Dengar Lee Seung Ho, appaku tidak akan pernah berhenti sampai kau tertangkap dan bisnis harammu terbongkar. Dan aku tidak takut ancamanmu, perusahaanku tidak akan kuserahkan padamu. Aku bisa merebut anakku dari tangan kotormu!''

Tut~Tut~
Jaejoong melempar ponsel ayahnya kesal. Jadi, Lee Seung Hoo serius ingin menghancurkan keluarga Mr. Kim.

''Appa, kau jangan bodoh mengikuti permainannya. Lee Seung Ho itu licik.''

''Tapi, Jae. Kalau kita tidak menurutinya, dia akan membunuh Moon Bin.''

Jaejoong pun terdiam beberapa saat.

~TBC~
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar