Rabu, 15 Februari 2012

FF || YunJae || Yaoi || PG-17 || ¤- TROUBLE FRIENDSHIP-¤ || Chapter 1

FF || YunJae || Yaoi || PG-17 || ¤- TROUBLE FRIENDSHIP-¤ || Chapter

Title : Trouble Friendship

Author : Minhyan-ssi

Pairing : Yunjae

Legh : 1 of ?

Ratting : PG-17

Genre : Drama, Fluff, Romance, NC, Yaoi and a little straigh

Cast :
- Jung Yunho
- Kim Jaejoong
- Etc



Mian, dari hape. .

Happy reading all. . .

>>>

P.O.V Author

" Kau adalah duplikat dirinya."

Jaejoong membelai penuh kasih seorang namja kecil yang tengah terlelap di sampingnya - dalam dekap hangatnya. Berada di dekat malaikat kecil ini membuat Jaejoong seolah sedang kehadiran seseorang.

**** 4 years ago ****

" Yunnie, aku hamil," ungkap Jaejoong seraya memperlihatkan alat test kehamilan pada Yunho, yang sudah menunggunya di ambang pintu kamar mandi di dalam kamar tidur namja cantik itu.

Yunho melihatnya, seulas senyum tertarik dari bibirnya.

" BooJae~ah."

Tanpa basa-basi lagi Yunho langsung memeluk Jaejoong, sahabat terbaiknya. Bibirnya antusias mengecupi leher terus bergerak merambah memberikan kecupan bertubi-tubi wajah Jaejoong.

" Yunnie, geli..."

" Aku terlalu senang, Boo." Yunho mengahiri dengan sebuah ciuman mesra.

" Tapi lusa kakekku akan menjemputku dan membawaku tinggal bersamanya ke Jepang. Aku juga tak bisa terus merepotkan Umma Jung, sejak Umma dan Appaku meninggal saat SMP dulu, dia yang merawatku sampai lulus SMA sekarang ini. " Jaejoong membenamkan kepalanya di sisi wajah Yunho. Ia balas memeluk sahabatnya itu sangat erat.

" Ummaku tak pernah repot, Boo. Dia menyayangimu seperti dia menyayangiku, anak kandungnya."

" Arasso, keluarga Jung memang tetangga yang terbaik bagi keluargaku."

Jaejoong tak mengingat kembali cerita pilu saat ia kelas 2 SMP. Kedua orangtuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas, sementara di Korea, Jaejoong tak memiliki sanak saudara. Ahirnya Nyonya Jung - sebagai tetangga keluarga Kim memutuskan untuk merawat Jaejoong.

Dari situlah persahabat erat dan 'tak biasa' antara Jaejoong dan Yunho di mulai. Keduanya saling memberi perhatian dan dukungan, salah satunya dengan sex. Bisa dibilang hubungan YunJae tersebut terlalu intim untuk ukuran sebuah hubungan bernama 'persahabatan'.

Suatu hari, menjelang kelulusan SMA, Jaejoong diberi tahu Nyonya Jung bahwa ia sebetulnya masih memiliki kakek, dan kakek itu menginginkan Jaejoong tinggal bersamanya di Jepang sekaligus menjadi calon pewaris perusahaan keluarga Kim Corp.

******
" Um-ma..." namja kecil itu menangkup wajah Jaejoong dengan tangan kecilnya. Jaejoong agak tesentak, seketika ia beralih dari lamunan masa lalunya.

" Umma..."

" Moon Bin~ah, kau belum tidur." Jaejoong mengecup puncak kepala namja kecil - anaknya tersebut. Jaejoong lalu mendekap Moon Bin dalam pelukannya agar cepat tidur.

" Umma sedih...?" tanya MoonBin.

" Ani, Baby. Eomma sedang senang karena hari ini Eomma pulang ke Korea lagi." Jaejoong mencubit hidung mancung Moon Bin dengan gemas.

4 tahun di Jepang, Jaejoong tak merasakan nyaman tinggal di sana. Entah kenapa perasaannya selalu menginginkan Korea dan Korea. Kakek Jaejoong meninggal 5 bulan lalu, Jaejoong semakin merasa tak punya alasan lagi untuk tinggal di Jepang. Dan hari ini, ia memutuskan pulang ke Korea dengan membawa putera tunggalnya - Kim Moon Bin. Ia sambil membuka cabang baru Kim Corp di sini.


" Emm..." gumam Moon Bin semakin menyembunyikan dalam pelukan Jaejoong.

" Tidurlah, Baby. Besok kau mulai masuk Taman Kanak-Kanak."

------

Seorang namja cantik dengan lancar mempresentasikan materi pekerjaan dalam sebuah rapat bersama wakil dari beberapa perusahan yang akan menjadi mitra kerja Kim Corp. di Korea. Sesekali ia melirik dengan tersenyum manis salah satu dari wakil tersebut. Jaejoong tak menyangka kalau Jung Yunho - sahabat yang selalu ia rindukan duduk di antara wakil-wakil tersebut.

-----

" Mmpphh..." Jaejoong memejamkan matanya seraya membalas lumatan-lumatan Yunho yang begitu menggebu-gebu.
Yunho terus menekan tubuh Jaejoong pada dinding masih di dalam ruangan rapat mereka tadi. Yunho sengaja tidak pulang bersamaan dengan yang lain dan memilih tetap tinggal di sini bersama sosok namja cantik si pemimpin rapat kali ini yang juga tetap duduk manis di tempatnya ( ketika rapat sudah bubar).

Tanpa berbasa-basi, Yunho menghampiri Jaejoong dan langsung membawa namja cantik itu ke dalam ciuman penuh kerinduan.

Perlahan jari Yunho mulai tergelitik untuk berbuat sesuatu juga. Ia hendak membuka kancing kemeja Jaejoong, namun cepat di tahan oleh Jaejoong sendiri.

" Hsh... tidak di sini, Bear" kata Jaejoong, setelah agak bersusah payah melepas ciuman mereka dan sedikit tidak rela. Namun ia tak terlalu kecewa, setelah ini ia akan merasakan yang lebih 'sempurna'.

" Kau paling mengerti aku, BooJaejoong - my best friend." Dalam beberapa saat, Yunho membawa Jaejoong dalam dekap hangatnya.

------

" Aaaakh...." Yunho merasakan puncaknya setelah beberapa menit lalu Jaejoong mengalaminya pula. Ia menatap lembut Jaejoong yang terlentang di bawahnya, tampak pasrah. Keduanya sama-sama mengatur nafas mereka yang tak beraturan. Senyuman tanda sangat puas tertarik dari bibir Yunho. Ia sangat merindukan melakukan seperti ini dan merasakan seperti ini. 4 tahun tanpa Jaejoong, hari-hari Yunho terasa semakin melambat setiap harinya. Rasanya, ia sudah 4000 abad lebih tak bertemu si cantik ini.

" I really miss u, Boo..."

" Me too, Yun..."

Yunho mempertemukan lagi bibir mereka untuk kesekian kali. Meski bibir Jaejoong terlihat nampak bengkak, sepertinya Yunho tak peduli sama sekali. Yunho tetap melahapnya seolah bibir Jaejoong adalah makanan yang sangat lezat.

" Nghh..akh!" lenguh Jaejoong begitu Yunho mulai bergerak lagi di dalam tubuhnya. 3 kali belum cukup, Yunho tak berubah sedikit pun.

"AAAKHH..." pekik Yunho bersamaan dengan Jaejoong. Mereka terengah-engah lagi, namun senyuman tetap menghiasi bibir masing-masing. Pertemuan kembali yang sangat indah.

" BooJae, kau tidak akan pergi lagi kan? Aku sungguh tersiksa tidak ada kau di sampingku seperti masa-masa sekolah dulu," ungkap Yunho tak menutupi apa pun. Ia benar-benar takut jika hanya sebentar merasakan kebahagiaan seperti ini, bahkan sejak awal kepergian Jaejoong ia sudah berharap Jaejoong-nya itu cepat kembali. Ia mendekap erat tubuh sahabatnya tersebut.

" Selamanya aku akan tetap di dekatmu, aku tidak akan pergi kemanapun lagi," balas Jaejoong. Ia memeluk Yunho juga, meskipun agak keberatan karena ia harus menopang tubuh kekar Yunho yang kini menelungkup di atas tubuhnya.

" BooJae, anak kita bagaimana? Kau tidak menggugurkannya bukan?" tanya Yunho membuat Jaejoong tersenyum tipis di atas bahu Yunho.
" Dia mirip sekali denganmu. Setiap kali aku merindukanmu, anak kita yang selalu jadi obatnya."

Yunho melepaskan pelukannya, ia melihat dengan dalam mata indah Jaejoong - yang juga sangat ia rindukan hipnotisnya. Ia lalu menghujani wajah Jaejoong dengan kecupan-kecupan ringannya. Ah, Yunho terlalu senang hari ini. Bertemu dengan sahabat yang paling ia rindukan dan akan segera bisa melihat buah hati mereka.

" Aku ingin melihatnya, bolehkan, Boo?" tanya Yunho berharap.

" Tentu saja boleh. Beruang pervert ini kan Appa-nya," jawab Jaejoong sedikit mencandai.

Yunho menggigit hidung mancung Jaejoong.

" Apa kau bilang tadi? Beruang pervert? Bukahkah kau sangat menikmati pervert-nya beruang tampan ini, eum?" kali ini Yunho membalik posisi mereka. Jaejoong sudah hafal maksud seringaingan nakal yang terukir di bibir Yunho.


Yunho mengulurkan tangannya menyentuh pinggang Jaejoong. Dengan perlahan, Jaejoong mulai menaik-turunkan tubuhnya seraya memegangi bahu Yunho. Suasana di dalam kamar hotel yang di tempati YunJae sekarang, bertambah panas dan menggairah seperti panasnya matahari di langit yang baru akan tenggelam 6 jam lagi.

*******

" Namanya Kim Moon Bin."

" Seharusnya Jung Moon Bin, BooJae~ah," bisik Yunho seraya merangkul Jaejoong memasuki sebuah Taman Kanak-Kanak.

" Aku adalah Appanya, jelas dia harus mengikuti marga ku," protes Jaejoong. Memang, Jaejoong yang melahirkan Moon Bin, tapi tetap saja ia seorang namja. Ia membiasakan Moon Bin untuk memanggilnya 'Appa' di depan oranglain dan ' Eomma ketika sedang berdua saja. Beruntung, Moon Bin mau mengerti dan melakukan semua itu dengan sengan hati.


" Terserah kau mau bilang apa. Apapun yang terjadi aku Appanya karena aku yang membuatmu hamil."

Blush~
Mendadak wajah Jaejoong terasa menghangat, padahal ini bukan pertama kali Yunho menggodanya.

Dulu, Yunho suka sekali memperlakukan seolah-olah Jaejoong itu adalah yeoja. Merayu; menggoda; bahkan dalam hubungan 'tak biasa' mereka, Yunho menjadi pemimpin. Tsk.

Cup~
Jaejoong menepuk bahu Yunho cukup keras. Bisa-bisanya Yunho menciumnya di tempat yang penuh anak-anak begini. Pervert Bear.

" Jung Yunho!"

" Eum...?" gumam Yunho membalas, dengan wajah innocent-nya. Ia agak menunduk melihat pada Jaejoong.

Chu~
Ia malah mengecup bibir Jaejoong sekali lagi. Tentu saja ini membuat kekesalan Jaejoong pada Yunho jadi bertambah.

-----
" Moon Bin~ah," panggil Jaejoong begitu memasuki ruangan seperti ruang bermain - tempat pada murid di TK tersebut menunggu orang yang akan menjemput mereka.

Moon Bin menjatuhkan mainannya, namja kecil itu langsung berlari menghamburkan diri ke dalam pelukan Jaejoong.

" Bagaimana hari pertamamu sekolah, Baby?" tanya Jaejoong. Ia sebari mengangkat Moon Bin untuk ia gendong.

" Me...nyenangkan..., Eomma. Moon Bin senang banyak temannya," cerita namja kecil itu dengan antusian. Ia belum menyadari ada orang lain di sebelah Jaejoong. Ia dengan lantang memanggil Jaejoong dengan ' Eomma'.

" Hi, Kim Moon Bin," panggil Yunho setelah sejak hanya memandangi Moon Bin yang berceloteh pada Jaejoong. Ia terpana, Jaejoong membesarkan sendirian anak mereka yang tampan dan nampak menggemaskan ini? Oh. Seharusnya Jaejoong tak pernah pindah ke Jepang sehingga bisa membesarkan Moon Bin bersama-sama.
" Ups!" Moon Bin cepat menutup mulutnya sebari melihat Yunho dengan terkejut.

Jaejoong paham akan reaksi Moon Bin yang seperti ini. Ia lalu berbisik.

" Gwechanna. Dia Appa-mu, Baby. Kau juga bisa memanggil 'Eomma' jika bertiga seperti ini."

Moon Bin beralih menatap Jaejoong, sangat serius.

" Appa Moon Bin? Jung Yunnie Bear?" tanya Moon Bin memastikan.

Jaejoong mengangguk agak menahan tawa. Ia merasa lucu Moon Bin menyebut nama Yunho begitu. Cukup sering Jaejoong bercerita tentang Yunho dan seingatnya, ia selalu menyebut nama Yunho itu dengan benar - Jung Yunho. Tapi, Jaejoong menceritakan juga kalau ia lebih suka memanggil 'Yunnie Bear' ketimbang Yunho. Ia tak menyangka dari itu semua, Moon Bin menangkap dan membuat kesimpulan selucu ini.

" Siapa tadi nama Appa, Baby?" tanya Yunho, ia seraya mengulurkan tangan bermaksud ingin menggendong Moon Bin.

Agak antusias, Moon Bin menerima uluran tersebut. Dan sekarang namja kecil itu berpindah jadi Yunho yang menggendongnya. Yunho lalu menghujani wajah Moon Bin dengan kecupan-kecupan ringan, membuat namja kecil itu tertawa-tawa karena kegelian.

" Appa...hahaha."

" Tadi siapa nama Appa...?"

" Jung...haha...Yunnie Bear," jawab Moon Bin di tengah tawanya.

" Ekhem..." dehem seseong, menginterupsi suasa ceria 'keluarga kecil' ini.

" Oh, annyeong Songsaenim." Jaejoong membungkuk hormat.

" Songsaenim...!" sela Moon Bin menoleh pada gurunya.

" Ada apa, Kim Moon Bin?"

" Moon Bin punya Appa satu lagi, namanya Appa Bear," cerita Moon Bin.

Gurunya tersebut melirik pada Yunho sambil tersenyum.

" Anyeong Songsaenim... Jung Yunho imnida, teman Appanya anak ini." Yunho memperkenalnal diri. Agak mengganjal harus menyebut Jaejoong ' Appanya Moon Bin', seharusnya ia mendapat sebutan begitu. Tapi ia sangat menghargai apapun keputusan Jaejoong mengenai anak mereka ini. Diperbolehkan dekat dan Moon Bin ternyata menerima kehadirannya, sudah membuat Yunho bahagia.

Guru Moon Bin tersenyum melihat namja kecil dan namja tampan di depannya kini.

-----

" Aku tidak pernah mengajari Moon Bin memanggilmu seperti itu, sungguh." Jaejoong berusaha meyakinkan Yunho dengan agak kesal. Bagaimana tidak, sejak mobil mulai di jalankan Yunho seolah terus saja menghakimi Jaejoong - terus mempermasalahkan seputar ' Jung Yunnie Bear'. Yunho bukan tak suka hal ini, tapi Moon Bin sudah salah menyebut nama asli Appa-nya sendiri.
" Jung Yunnie Bear... Jung Yunnie Bear..." Moon Bin menarik-narik dasi Yunho sambil merengek.

" Ne, Baby... everythink up to you. Nama Appa Jung Yunnie Bear, " pasrah Yunho mengalah. Yeah, walau agak keberatan, tapi tetap saja Moon Bin itu anak kecil yang akan terus merengek kalau permintaannya tidak dipenuhi.

" Biarkan seperti itu, Yun. Nanti pasti berubah seiring bertambahnya umur Moon Bin menuju dewasa," ujar Jaejoong.

Yunho melihat pada Jaejoong di sebelahnya - yang berpandangan lurus ke depan menyetir mobil yang mereka bertiga tumpangi sekarang. Sejak dari di TK tadi sampai berjalan-jalan sebentar di mall, Moon Bin seolah tidak mau lepas dari gendongan Yunho. Jaejoong jadi yang harus menyetir.

-----


Grep~

Jaejoong agak tersentak begitu sepasang lengan kekar melingkar di pinggang rampingnya. Mengendus sekitar lehernya, membuat Jaejoong bergidik juga.

" Moon Bin sudah tidur?" tanya Jaejoong agak bersusah payah. Bibir Yunho mulai menjelajah nakal - mengecupi sambil sesekali memberi tanda pada leher jenjang tersebut.

" Sepertinya Moon Bin kelelahan, tidurnya nyenyak sekali," bisik Yunho sambil mengulum daun telinga yang merupakan salah satu titik sensitif Jaejoong.

" Yunhh... menyingkirlahh sebentar, aku sedang memasak makan malam kita. Atau kau mau pulang dan makan di rumahmu saja?"

" Malam ini aku menginap di sini. Aku rindu masakan buatanmu."

" Kalau begitu jangan menggangguku, biarkan aku memasak dulu."

Yunho seperti tak menghiraukan ucapan-ucapan Jaejoong tersebut. Namja tampan ini malah mempererat dekapannya dan membenamkan kepalanya di lekuk leher Jaejoong, dengan nyamannya.

Jika sudah seperti ini, Jaejoong tidak bisa berbuat apapun lagi. Ia terpaksa membiarkan Yunho terus menempel padanya selama ia memasak.

-----

" Nghh...hhh..." desah Jaejoong menggeliat terlihat resah, dengan mata terpejam. Ia duduk di pangkuan Yunho sebari menyusupkan jemari lentiknya ke dalam rambut tebal Yunho. Menahan nikmat yang entah sulit sekali untuk menggambarkannya. Tangan Yunho menyusup ke dalam celana Jaejoong dan dengan gerakan tidak sabar, ia meremas junior namja cantik itu. Sementara bibirnya secara menghipsap nipple Jaejoong penuh nafsu.

" Ngghh... Yunhh..."

" Boo, aku minta kita tetap bisa seperti ini selamanya, meskipun lusa aku akan menikah."


~ TBC~

Mian gaje, tp mudah2-an ada yg suka.

Jangan lupa LIKE+KOMENNYA

Dont be silence reader

Gomawo. .
^_^
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar